Sabtu, 01 Oktober 2016

TUGAS 1 SOFTSKILL PSIKOLOGI DAN INTERNET

PSIKOLOGI DAN INTERNET

Saswi Ariyanti
16515416
2PA02


Apa Itu Psikologi dan Internet


Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dari kata Psyche dan Logos. Psyche berarti jiwa dan Logos berarti ilmu. secara harafiah psikologi berarti ilmu jiwa. istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisakn karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dipungkiri keberadaannya. dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
  1. Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
  4.  Wilhem Wundt Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak
  5. Plato dan Aritoteles Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.


Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakanInternet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").
Dengan bahasa yang lebih sederhana,internet ( interconnection networking)  diartikan sebagai jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaan bahkan milyaran jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, satelit dan lain sebagainya.

Dari pengertian psikologi dan internet yang telah dipaparkan di atas, psikologi dan internet saling berkaitan. Dimana psikologi membahas  tentang hubungan atau interaksi antar individu atau masyarakat baik tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak. Dan internet jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaan bahka miliyaran jaringan komputer, sehingga internet menjadi salah satu media bagi individu untuk berinteraksi.




Ruang Lingkup Psikologi dan Internet


Aspek psikologis dari pengguna internet
Pada aspek ini akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai PRO dan KONTRA nya :
PRO : Dampak pada perkembangan fisik.
      Salah satu dampak bila internet digunakan dengan tepat adalah adanya kemungkinan untuk melakukan akitivitas fisik tanpa dibatasi oleh waktu dan dapat dapat dilakukan di rumah. Seperti gameyang menggunakan dancing pad. Selain itu informasi tentang kesehatan juga memberikan dukungan terhadap gaya hidup yang sehat dan pencegahannya terhadap penyakit. Namun manfaat ini tidak langsung bisa didaptkan oleh remaja karena keterbatasan mereka dalam memahami dan menginterpretasikan informasi kesehatan yang didapatkannya. Oleh karena itu sangat dibutuhkannya orangtua sebgai pendamping agar remaja bisa menginterpretasikan informasi yang benar tentang masalah kesehatan yang dapat mendukung perkembangan fisiknya.
KONTRA : Dampak perkembangan fisik.
      Interaksi remaja dengan internet banyak mengurangi aktivitas gerak karena konsep dari internet yang memudahkan kehidupan manusia sehingga akan banyak mengurangi dalam bergerak. Saat ini para remaja sudah banyak menggunakan perantara internet. Hal tersebut menyebabkan perkembangan fisik remaja banyak mengalami physical decline, contohnya problem visual seperti kelelahan pada mata, sakit kepala dan penglihatan kabur karena remaja lebih rentan daripada orang dewasa terhadap cahaya dan radiasi yang dipancarkan dari perangkat internet.
Pemanfaatan teknologi yang baik untuk anak remaja, sebagai berikut :
      Efek positif dan negative yang seolah kontradiktif membuktikan bahwa dampak dari internet sangat tergantung dari penggunanya, jusru komunikasi yang efektif antara orangtua dan remaja serta adanya bimbingan yang tepat. Sebuah scenario win-win solution, jika orangtua mengijinkan remaja untuk memaksimalkan manfaat internet sambil meminimalkan sisi negative dari internet. Para remaja berhak mendapatkan yang terbaik dari apa yang ditawarkan oleh internet, namun orang tua harus strategis dalam membimbing remaja untuk menggunakan internet dalam meningkatkan pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif.
Internet ada untuk membantu kehidupan manusia. Oleh karena itu semua pihak, sebagai pemerintah, masyarakat, dan media perlu ikut bertanggung jawab menghadapi tantangan kemudahan hidup yang ditawarkan internet di masa depan. Karena hal tersebut akan berpengaruh dalam pembentukan generasi unggul di masa yang akan datang.
Dampak Positif :
1.      Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2.      Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3.      Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4.      Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5.      Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6.      Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran atau penjualan.

 Aspek demografis dari individu pengguna internet
Komponen demografi seperti gender, usia, budaya, dan sociocultural telah diteliti  kaitannya dengan interaksi manusia dan internet oleh beberapa ahli cyberpsychology. Penelitian dari Li & Kirkup (2007), menunjukkan bahwa para pelajar sekolah di Eropa mempunyai pengalaman lebih dini dalam melakukan interaksi dengan internet dibandingkan para pelajar usia sekolah di Asia. Selain karena internet memang pertama kali ditemukan dan dikembangkan di negara-negara barat, hal ini juga disebabkan kecepatan akses internet di Eropa yang jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan akses internet di Asia.
Kemudian, para pelajar di Eropa juga cenderung menggunakan internet untuk keperluan mencari sumber-sumber untuk bahan belajar, sementara pelajar di Asia lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat pribadi seperti bermain gamedan menjalin hubungan interpersonal. Hal ini disebabkan karena sistem pembelajaran di Eropa yang lebih terbuka dalam mensyaratkan berbagai sumber ajar yang tersedia baik offline maupun online. Sedangkan sistem pembelajaran di Asia masih menempatkan sumber-sumber seperti buku-buku dan materi dari guru sebagai sumber pengetahuan yang lebih dihormati dibandingkan sumber-sumber dari internet. Budaya individualist pada masyarakat Eropa dan budaya kolektivis di Asia juga memengaruhi bagaimana mereka bersikap terhadap hubungan interpersonal secara online. Di mana dalam budaya kolektivis, menjalin hubungan interpersonal dan berkomunikasi dengan siapa saja mempunyai arti yang sangat penting; sementara pada budaya individualist berlaku sebaliknya.
Pengaruh Gender dan Usia
Sementara itu, berdasarkan gender, baik pria maupun wanita pada kedua budaya sudah mulai menyadari kesetaraan gender dalam hal mengakses internet pada usia universitas. Hanya saja, pola pengaksesan internet pada wanita lebih cenderung digunakan untuk keperluan belajar, sementara pria cenderung lebih banyak menggunakannya untuk kepentingan pribadi seperti bersosialisasi dan bermain game. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh menurunnya perhatian pria kepada hal-hal yang bersifat akademik maupun pencapaian prestasi akademik akhir-akhir ini. Meskipun kedua gender setara dalam kepuasan berinteraksinya dengan internet, namun pria lebih percaya diri dengan kemampuannya menggunakan internet dibandingkan wanita. Kemudian, pria juga lebih banyak menghabiskan waktunya di internet dalam hal email, chatting dan game dibandingkan wanita. Berdasarkan penelitian dari Thayer & Ray (2006), wanita lebih menyenangi berhubungan secara offline atau jika pun harus online hanya akan berkomunikasi dengan kerabat dan teman-teman yang dikenalnya. Sehingga tidak heran jika di situs-situs chatting, seperti http://worldofchat.co.uk misalnya, kebanyakan user-nya adalah pria, sementra user wanitanya sangat sedikit.
Terakhir, berdasarkan usia, para pelajar dengan budaya barat terutama para pria telah berinteraksi dengan komputer sejak usia dini. Sementara mayoritas pelajar di Asia mengenal komputer pertama kali pada usia sekolah menengah atau di bangku universitas (Li & Kirkup, 2007). Kemudian Thayer & Ray (2006), menambahkan bahwa dalam melakukan komunikasi di internet, pada usia lebih muda, orang cenderung untuk lebih terbuka dan menikmati menjalin hubungan interpersonal dengan orang-orang asing dan teman-temannya. Sementara orang-orang pada usia menengah lebih memilih berikteraksi dengan orang-orang di lingkungan kerjanya, dan pada dewasa akhir cenderung berkomunikasi online dengan teman-teman yang dikenalnya saja.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh gender, usia, dan budaya dalam interaksi manusia dan internet. Dimana gender memengaruhi manusia dalam hal pola interaksinya dengan internet, sementara usia memengaruhi manusia dalam hal pengenalan terhadap internet dan cara berkomunikasi di internet, sedangkan budaya memengaruhi seluruh aspek-aspek dalam interaksi antara manusia dan internet.




Penggunaan Internet di Dunia psikologi


Penggunaan internet dalam psikologi antara lain untuk :
  Sebagai sarana bertukar informasi
Internet memiliki fungsi sebagai sarana bertukar informasi. Di bidang psikologi pun saling bertukar informasi sangat diperlukan. Hal itu dikarenakan bahwa dunia psikologi terus menerus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Internet memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi,dengan mengunduh materi atau informasi yang berkaitan dengan mata pelajaran yang  berhubungan dengan psikologi, karena saat ini banyak orang yang lebih memilih mencari informasi melalui internet ketimbang harus membeli sebuah buku yang harganya lumayan mahal, padahal ada media internet yang senantiasa tersedia secara cuma-Cuma untuk memperoleh informasi-informasi tersebut, internet juga dapat membantu penyempurnaan bahan atau materi yang terdapat pada mata kuliah psikologi, dan dengan segala perangkatnya yang dapat menyempurnakan penelitian yang berhungan dengan studi psikologi. Selain itu melalui internet pula dapat diperoleh jurnal-jurnal yang berhubungan dengan ilmu psikologi.


–          Sebagai sarana konsultasi dan mencoba berbagai tes kepribadian , mengukur depresi, kecemasan, dan lain – lain.
Pada beberapa situs atau jejaring sosial atau website yang berbasis psikologi, menyediakan layanan konsultasi seperti tanya jawab by email dan sejenisnya. Sehingga dapat sedikit membantu untuk mengahadapi persoalan yang sedang dihadapi. Dalam situs – situs tertentu juga terdapat berbagai tes kepribadian, tes pengukuran kecemasan, depresi, dan lain – lain. Dengan aplikasi tersebut kita dapat mengukur diri kita untuk saat ini. Akan tetapi, jauh lebih baik jika untuk dapat berkonsultasi dan melakukan pengukuran kesehatan mental diri kita dengan bertatap muka langsung dengan psikolog.

–          Sebagai materi tambahan.
Bagi bidang psikologi juga, sering dilakukan banyak penelitian baik mengenai kepribadian, perkembangan anak, dewasa, hubungan sosial dan masih banyak lagi. dengan internet, hasil penelitian tersebut ditunjukkan ke khalayak luas dengan harapan dapat diketahui masyarakat, terutama para psikolog. Sehingga tak hanya psikolog yang handal yang mendapat materi yang sangat berguna untuk prakteknya tersebut. Akan tetapi juga, berguna untuk menjadi materi tambahan bagi para calon psikolog di luar dari materi kuliah yang diajarkan di dunia perkuliahan.

–          Sebagai sarana komunikasi
Internet dapat menjadi penghubung para psikolog yang tersebar di seluruh dunia. Dengan cara bergabung di beberapa akun pada situs atau website yang berbasis psikologi baik yang lingkup kecil (lokal) maupun yang lingkup besar (internasional).





Dampak psikologi bagi pengguna internet


Dampa positif :
1.Memudahkan para penggunanya mendapatkan informasi
2.Memudahkan para penggunanya berkomunikasi dengan , terlebih dalam jejaring sosial pengguna internet dapat memperluas pergaulan dengan orang-orang diluar lingkungannya bahkan negaranya
3.Mempermudah penggunanya melakukan transaksi jual beli

Dampak Negatif :
1. Pornografi 
2. Bullying
3. Kurangnya interaksi sosial dengan lingkungan
4. Penipuan


Analisa dan Saran :
Penggunaan Internet secara bijak dapat memberikan dampak positif bagi setiap penggunanya. Internet membuat penggunanya dapat menghemat waktu, tenaga dan uang dalam melakukan aktivitas. Walapun internet cukup membantu, namun ada baiknya penggunaanya dilakukan sebijak sehingga tidak merugikan para penggunanya. Dimana saat ini begitu banyak penyahgunaan berbagai situs internet oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut memberikan akses para pengguna internet pada hal-hal yang kurang baik seperti pornografi, penipuan dan perjudian. Bagi pengguna internet yang masih awanpun harus berhati-hati dalam melakukan aktifitas sosialnya di internet. Karena saat ini banyak sekali kasus bullying yang dilakukan dengan media sosial. Bila korban bullying tidak terima dengan hal ini, maka akan dikenakan hukuman pidana bagi para pelaku bullying.



Pengguna internet harus tetap berhati-hati dan membatasi penggunaaanya secara wajar serta bijak dalam melakukan aktifitasnya dalam berbagai situs di internet. Semua itu semata-mata agar para pengguna internet dapat merasakan manfaat internet secara nyata tanpa mendapat dapak negatif yang juga dapat diberikan pada internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar