PSIKOLOGI DAN INTERNET
Saswi Ariyanti
16515416
2PA02
Apa Itu Psikologi dan Internet
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dari kata Psyche dan Logos. Psyche berarti jiwa dan Logos berarti ilmu. secara harafiah psikologi berarti ilmu jiwa. istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisakn karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dipungkiri keberadaannya. dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
- Pengertian Psikologi menurut
Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat
secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
- Pengertian Psikologi menurut
Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya
dengan lingkungannya.
- Pengertian Psikologi menurut
Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun
kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah
tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara,
duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup
meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
- Wilhem Wundt Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri
manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak
- Plato dan Aritoteles Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai
akhir.
Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan
bahwa pengertian psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun
dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah
laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang
tidak disadari.
Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah
seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP)
sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol)
untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang
terbesar dinamakanInternet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah
ini dinamakan internetworking ("antarjaringan").
Dengan bahasa yang lebih
sederhana,internet ( interconnection networking) diartikan sebagai
jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaan bahkan
milyaran jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan
tipe komunikasi seperti telepon, satelit dan lain sebagainya.
Dari pengertian psikologi dan
internet yang telah dipaparkan di atas, psikologi dan internet saling
berkaitan. Dimana psikologi membahas tentang hubungan atau interaksi
antar individu atau masyarakat baik tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak.
Dan internet jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaan
bahka miliyaran jaringan komputer, sehingga internet menjadi salah satu media
bagi individu untuk berinteraksi.
Ruang Lingkup Psikologi dan
Internet
Aspek psikologis dari pengguna internet
Pada aspek ini akan dijelaskan terlebih dahulu
mengenai PRO dan KONTRA nya :
PRO : Dampak pada perkembangan fisik.
Salah satu dampak bila
internet digunakan dengan tepat adalah adanya kemungkinan untuk melakukan
akitivitas fisik tanpa dibatasi oleh waktu dan dapat dapat dilakukan di rumah.
Seperti gameyang menggunakan dancing pad. Selain itu informasi tentang
kesehatan juga memberikan dukungan terhadap gaya hidup yang sehat dan
pencegahannya terhadap penyakit. Namun manfaat ini tidak langsung bisa
didaptkan oleh remaja karena keterbatasan mereka dalam memahami dan
menginterpretasikan informasi kesehatan yang didapatkannya. Oleh karena itu
sangat dibutuhkannya orangtua sebgai pendamping agar remaja bisa
menginterpretasikan informasi yang benar tentang masalah kesehatan yang dapat
mendukung perkembangan fisiknya.
KONTRA : Dampak perkembangan fisik.
Interaksi remaja dengan
internet banyak mengurangi aktivitas gerak karena konsep dari internet yang
memudahkan kehidupan manusia sehingga akan banyak mengurangi dalam bergerak.
Saat ini para remaja sudah banyak menggunakan perantara internet. Hal tersebut
menyebabkan perkembangan fisik remaja banyak mengalami physical decline,
contohnya problem visual seperti kelelahan pada mata, sakit kepala dan
penglihatan kabur karena remaja lebih rentan daripada orang dewasa terhadap
cahaya dan radiasi yang dipancarkan dari perangkat internet.
Pemanfaatan teknologi yang baik untuk anak remaja,
sebagai berikut :
Efek positif dan
negative yang seolah kontradiktif membuktikan bahwa dampak dari internet sangat
tergantung dari penggunanya, jusru komunikasi yang efektif antara orangtua dan
remaja serta adanya bimbingan yang tepat. Sebuah scenario win-win solution,
jika orangtua mengijinkan remaja untuk memaksimalkan manfaat internet sambil
meminimalkan sisi negative dari internet. Para remaja berhak mendapatkan yang
terbaik dari apa yang ditawarkan oleh internet, namun orang tua harus strategis
dalam membimbing remaja untuk menggunakan internet dalam meningkatkan
pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif.
Internet ada untuk membantu kehidupan manusia. Oleh
karena itu semua pihak, sebagai pemerintah, masyarakat, dan media perlu ikut
bertanggung jawab menghadapi tantangan kemudahan hidup yang ditawarkan internet
di masa depan. Karena hal tersebut akan berpengaruh dalam pembentukan generasi
unggul di masa yang akan datang.
Dampak Positif :
1. Internet sebagai
media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana
setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari
seluruh dunia.
2. Media pertukaran
data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan para pengguna internet di seluruh
dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk
mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www
sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan
memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang
terjadi.
5. Bisa digunakan
sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi
menuju ke tempat penawaran atau penjualan.
Aspek demografis dari individu pengguna internet
Komponen demografi seperti gender, usia, budaya, dan
sociocultural telah diteliti kaitannya dengan interaksi manusia dan
internet oleh beberapa ahli cyberpsychology. Penelitian dari Li & Kirkup
(2007), menunjukkan bahwa para pelajar sekolah di Eropa mempunyai pengalaman
lebih dini dalam melakukan interaksi dengan internet dibandingkan para pelajar
usia sekolah di Asia. Selain karena internet memang pertama kali ditemukan dan
dikembangkan di negara-negara barat, hal ini juga disebabkan kecepatan akses
internet di Eropa yang jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan akses internet
di Asia.
Kemudian, para pelajar di Eropa juga cenderung
menggunakan internet untuk keperluan mencari sumber-sumber untuk bahan belajar,
sementara pelajar di Asia lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat
pribadi seperti bermain gamedan menjalin hubungan interpersonal. Hal ini
disebabkan karena sistem pembelajaran di Eropa yang lebih terbuka dalam
mensyaratkan berbagai sumber ajar yang tersedia baik offline maupun online. Sedangkan
sistem pembelajaran di Asia masih menempatkan sumber-sumber seperti buku-buku
dan materi dari guru sebagai sumber pengetahuan yang lebih dihormati
dibandingkan sumber-sumber dari internet. Budaya individualist pada masyarakat
Eropa dan budaya kolektivis di Asia juga memengaruhi bagaimana mereka bersikap
terhadap hubungan interpersonal secara online. Di mana dalam budaya kolektivis,
menjalin hubungan interpersonal dan berkomunikasi dengan siapa saja mempunyai
arti yang sangat penting; sementara pada budaya individualist berlaku
sebaliknya.
Pengaruh Gender dan Usia
Sementara itu, berdasarkan gender, baik pria maupun
wanita pada kedua budaya sudah mulai menyadari kesetaraan gender dalam hal
mengakses internet pada usia universitas. Hanya saja, pola pengaksesan internet
pada wanita lebih cenderung digunakan untuk keperluan belajar, sementara pria
cenderung lebih banyak menggunakannya untuk kepentingan pribadi seperti
bersosialisasi dan bermain game. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh menurunnya
perhatian pria kepada hal-hal yang bersifat akademik maupun pencapaian prestasi
akademik akhir-akhir ini. Meskipun kedua gender setara dalam kepuasan
berinteraksinya dengan internet, namun pria lebih percaya diri dengan
kemampuannya menggunakan internet dibandingkan wanita. Kemudian, pria juga
lebih banyak menghabiskan waktunya di internet dalam hal email, chatting dan
game dibandingkan wanita. Berdasarkan penelitian dari Thayer & Ray (2006),
wanita lebih menyenangi berhubungan secara offline atau jika pun harus online
hanya akan berkomunikasi dengan kerabat dan teman-teman yang dikenalnya.
Sehingga tidak heran jika di situs-situs chatting, seperti
http://worldofchat.co.uk misalnya, kebanyakan user-nya adalah pria, sementra
user wanitanya sangat sedikit.
Terakhir, berdasarkan usia, para pelajar dengan budaya
barat terutama para pria telah berinteraksi dengan komputer sejak usia dini.
Sementara mayoritas pelajar di Asia mengenal komputer pertama kali pada usia
sekolah menengah atau di bangku universitas (Li & Kirkup, 2007). Kemudian
Thayer & Ray (2006), menambahkan bahwa dalam melakukan komunikasi di
internet, pada usia lebih muda, orang cenderung untuk lebih terbuka dan
menikmati menjalin hubungan interpersonal dengan orang-orang asing dan
teman-temannya. Sementara orang-orang pada usia menengah lebih memilih
berikteraksi dengan orang-orang di lingkungan kerjanya, dan pada dewasa akhir
cenderung berkomunikasi online dengan teman-teman yang dikenalnya saja.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
gender, usia, dan budaya dalam interaksi manusia dan internet. Dimana gender
memengaruhi manusia dalam hal pola interaksinya dengan internet, sementara usia
memengaruhi manusia dalam hal pengenalan terhadap internet dan cara
berkomunikasi di internet, sedangkan budaya memengaruhi seluruh aspek-aspek
dalam interaksi antara manusia dan internet.
Penggunaan Internet di Dunia
psikologi
Penggunaan internet dalam psikologi
antara lain untuk :
Sebagai sarana bertukar informasi
Internet memiliki fungsi sebagai sarana bertukar
informasi. Di bidang psikologi pun saling bertukar informasi sangat diperlukan.
Hal itu dikarenakan bahwa dunia psikologi terus menerus berkembang sesuai
dengan perkembangan zaman. Internet
memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pendidikan psikologi,dengan
mengunduh materi atau informasi yang berkaitan dengan mata pelajaran yang
berhubungan dengan psikologi, karena saat ini banyak orang yang lebih memilih
mencari informasi melalui internet ketimbang harus membeli sebuah buku yang
harganya lumayan mahal, padahal ada media internet yang senantiasa tersedia
secara cuma-Cuma untuk memperoleh informasi-informasi tersebut, internet juga
dapat membantu penyempurnaan bahan atau materi yang terdapat pada mata kuliah
psikologi, dan dengan segala perangkatnya yang dapat menyempurnakan penelitian
yang berhungan dengan studi psikologi. Selain itu melalui internet pula dapat
diperoleh jurnal-jurnal yang berhubungan dengan ilmu psikologi.
–
Sebagai sarana konsultasi dan mencoba berbagai tes kepribadian , mengukur
depresi, kecemasan, dan lain – lain.
Pada beberapa situs atau jejaring sosial atau website
yang berbasis psikologi, menyediakan layanan konsultasi seperti tanya jawab by
email dan sejenisnya. Sehingga dapat sedikit membantu untuk mengahadapi
persoalan yang sedang dihadapi. Dalam situs – situs tertentu juga terdapat
berbagai tes kepribadian, tes pengukuran kecemasan, depresi, dan lain – lain.
Dengan aplikasi tersebut kita dapat mengukur diri kita untuk saat ini. Akan
tetapi, jauh lebih baik jika untuk dapat berkonsultasi dan melakukan pengukuran
kesehatan mental diri kita dengan bertatap muka langsung dengan psikolog.
–
Sebagai materi tambahan.
Bagi bidang psikologi juga, sering dilakukan banyak
penelitian baik mengenai kepribadian, perkembangan anak, dewasa, hubungan
sosial dan masih banyak lagi. dengan internet, hasil penelitian tersebut
ditunjukkan ke khalayak luas dengan harapan dapat diketahui masyarakat,
terutama para psikolog. Sehingga tak hanya psikolog yang handal yang mendapat
materi yang sangat berguna untuk prakteknya tersebut. Akan tetapi juga, berguna
untuk menjadi materi tambahan bagi para calon psikolog di luar dari materi
kuliah yang diajarkan di dunia perkuliahan.
–
Sebagai sarana komunikasi
Internet dapat menjadi penghubung para psikolog yang
tersebar di seluruh dunia. Dengan cara bergabung di beberapa akun pada situs
atau website yang berbasis psikologi baik yang lingkup kecil (lokal) maupun
yang lingkup besar (internasional).
Dampak psikologi bagi pengguna
internet
Dampa positif :
1.Memudahkan para penggunanya mendapatkan informasi
2.Memudahkan para penggunanya berkomunikasi dengan , terlebih dalam jejaring sosial pengguna internet dapat memperluas pergaulan dengan orang-orang diluar lingkungannya bahkan negaranya
3.Mempermudah penggunanya melakukan transaksi jual beli
1.Memudahkan para penggunanya mendapatkan informasi
2.Memudahkan para penggunanya berkomunikasi dengan , terlebih dalam jejaring sosial pengguna internet dapat memperluas pergaulan dengan orang-orang diluar lingkungannya bahkan negaranya
3.Mempermudah penggunanya melakukan transaksi jual beli
Dampak Negatif :
1. Pornografi
2. Bullying
3. Kurangnya interaksi sosial dengan lingkungan
4. Penipuan
1. Pornografi
2. Bullying
3. Kurangnya interaksi sosial dengan lingkungan
4. Penipuan
Analisa dan Saran :
Penggunaan Internet secara bijak dapat memberikan
dampak positif bagi setiap penggunanya. Internet membuat penggunanya dapat
menghemat waktu, tenaga dan uang dalam melakukan aktivitas. Walapun internet
cukup membantu, namun ada baiknya penggunaanya dilakukan sebijak sehingga tidak
merugikan para penggunanya. Dimana saat ini begitu banyak penyahgunaan berbagai
situs internet oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum tidak
bertanggung jawab tersebut memberikan akses para pengguna internet pada hal-hal
yang kurang baik seperti pornografi, penipuan dan perjudian. Bagi pengguna
internet yang masih awanpun harus berhati-hati dalam melakukan aktifitas
sosialnya di internet. Karena saat ini banyak sekali kasus bullying yang
dilakukan dengan media sosial. Bila korban bullying tidak terima dengan hal
ini, maka akan dikenakan hukuman pidana bagi para pelaku bullying.
Pengguna internet harus tetap berhati-hati dan
membatasi penggunaaanya secara wajar serta bijak dalam melakukan aktifitasnya
dalam berbagai situs di internet. Semua itu semata-mata agar para pengguna
internet dapat merasakan manfaat internet secara nyata tanpa mendapat dapak
negatif yang juga dapat diberikan pada internet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar